Tuesday, April 30, 2013

Kisah Wahsyi Bertobat


                 

                Wahsyi, pembunuh paman Rasulullah SAW, mengirim surat kepada Rasulullah SAW dari Makkah.
                “Saya sebenarnya ingin masuk Islam. Tapi sebuah ayat telah turun kepadamu, dan itu membuatku urung masuk Islam. Allah SWT berfirman,  Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (Q.S. Al-Furqan [25]: 68.) Aku telah melakukan
ketiganya, masihkah pintu tobat terbuka untukku?”
                Menjawab pertanyaan itu, wahyu turun kepada Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman: Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al-Furqan [25]: 70.)
                Rasulullah SAW memerintahkan agar ayat ini dituliskan lalu dikirim kepada Wahsyi di Makkah.
                Wahsyi membalas.
                “Dalam ayat masih terdapat suatu syarat: mengerjakan amal saleh.  Saya tidak tahu apakah saya mampu mengerjakan amal saleh atau tidak.”
                Kemudian turun lagi satu ayat. Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S. An-Nisaa [04]: 48.)
                Ayat ini dikirimkan Rasulullah kepada Wahsyi.
                Wahsyi membalas lagi.
                “Ayat itu masih menetapkan syarat: Bagi siapa yang dikehendaki. Saya tidak tahu apakah saya termasuk yang dikehendaki Allah SWT untuk diampuni dosa atau tidak.”
                Turun lagi wahyu kepada Rasulullah SAW. Allah berfirman:
                Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui  batas terhadap diri mereka sendiri, jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 53.)
                Wahsyi lega. Ia tak lagi menjumpai syarat dalam ayat ini. Maka berangkatlah ia ke Madinah untuk menemui Nabi dan mmenyatakan diri masuk Islam.

Wallahu A'lam Bishawab

No comments:

Post a Comment

Post a Comment